
Upaya mencegah stunting perlu dilakukan sejak dini dan melibatkan banyak pihak. Bukan hanya melalui layanan kesehatan, tetapi juga melalui perhatian keluarga, lingkungan, serta koordinasi antara pemerintah desa dan berbagai unsur terkait.
Semangat tersebut menjadi bagian dari Sosialisasi Penanggulangan dan Pencegahan Stunting yang diselenggarakan Pemerintah Desa Dampit pada Kamis, 1 Oktober 2026, bertempat di Balai Desa Dampit.
Kecamatan Bringin turut mendukung kegiatan tersebut dengan kehadiran Junaidi, S.I.P., selaku Kepala Seksi Pemerintahan. Kehadiran unsur kecamatan menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan sektor kesehatan dalam menangani persoalan yang berkaitan dengan tumbuh kembang anak.

Stunting tidak semata-mata berkaitan dengan kondisi seorang anak ketika sudah mengalami gangguan pertumbuhan. Pencegahannya membutuhkan perhatian sejak periode sebelum kehamilan, masa kehamilan, hingga setelah bayi lahir. Karena itu, pengetahuan keluarga mengenai kesehatan ibu dan anak menjadi salah satu bagian penting dalam upaya pencegahan.
Dalam konteks desa, upaya tersebut juga membutuhkan dukungan berbagai unsur. Pemerintah desa memiliki kedekatan dengan masyarakat dan dapat membantu menggerakkan partisipasi warga. Sementara itu, tenaga kesehatan memberikan pendampingan berdasarkan aspek medis dan kesehatan masyarakat.
Sosialisasi seperti yang dilaksanakan di Desa Dampit menjadi ruang untuk mempertemukan pengetahuan kesehatan dengan kondisi masyarakat di tingkat lokal. Informasi yang disampaikan oleh Puskesmas diharapkan dapat dipahami dan diterapkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam memperhatikan kesehatan ibu, bayi, dan anak.
Bagi Kecamatan Bringin, kegiatan tersebut sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mendukung pembangunan kualitas sumber daya manusia dari tingkat desa. Pencegahan stunting memang bukan pekerjaan satu lembaga. Ia membutuhkan kepedulian keluarga, dukungan masyarakat, serta kerja bersama pemerintah desa, kecamatan, dan tenaga kesehatan.
Dengan semakin baiknya pemahaman masyarakat, diharapkan pencegahan stunting tidak berhenti sebagai agenda sosialisasi, tetapi berkembang menjadi kebiasaan menjaga kesehatan keluarga dan perhatian bersama terhadap tumbuh kembang anak.
