
Lapangan Desa Dero, Kecamatan Bringin, menjadi tempat berlangsungnya pembukaan Kejuaraan Bakorwil Madiun Cabang Olahraga Woodball, Minggu, 27 September 2026. Sekretaris Kecamatan Bringin, Wurianto Saksomo, hadir mewakili Kecamatan Bringin dalam kegiatan yang mempertemukan semangat olahraga dan kebersamaan tersebut.
Kejuaraan ini diselenggarakan oleh Indonesia Woodball Association (IWbA) Pengurus Cabang Ngawi. Kabupaten Ngawi ditunjuk sebagai penyelenggara Kejuaraan Bakorwil Madiun cabang olahraga woodball berdasarkan program kerja IWbA Provinsi Jawa Timur. Kegiatan berlangsung dengan lokasi pertandingan di Lapangan Desa Dero.
Woodball mungkin belum sepopuler sepak bola atau bulu tangkis. Namun, olahraga ini memiliki karakter yang menarik karena dimainkan dengan menggunakan tongkat (mallet) dan bola kayu, dengan sasaran memasukkan bola melalui gawang (gate) dalam lintasan yang telah ditentukan. Permainan membutuhkan ketepatan, pengendalian tenaga, konsentrasi, sekaligus strategi.

hw-remosaic: 0;
touch: (-1.0, -1.0);
modeInfo: ;
sceneMode: Hdr;
cct_value: 0;
AI_Scene: (-1, -1);
aec_lux: 105.85635;
hist255: 0.0;
hist252~255: 0.0;
hist0~15: 0.0;
Kejuaraan di Desa Dero menjadi kesempatan untuk memperkenalkan olahraga tersebut kepada masyarakat secara lebih dekat. Lapangan desa yang biasanya digunakan untuk berbagai aktivitas masyarakat, pada kesempatan ini berubah menjadi arena pertandingan dan memperlihatkan bahwa fasilitas di tingkat desa juga dapat menjadi ruang tumbuhnya kegiatan olahraga dan prestasi.
Bagi Kecamatan Bringin, penyelenggaraan kegiatan olahraga seperti ini memiliki manfaat yang lebih luas daripada sekadar pertandingan. Kehadiran peserta, penyelenggara, dan masyarakat menciptakan ruang interaksi sekaligus menghidupkan suasana desa. Kegiatan olahraga juga dapat menjadi sarana membangun kebersamaan dan mengenalkan potensi wilayah kepada masyarakat yang datang dari luar desa.
Bagi generasi muda, semakin beragam pilihan cabang olahraga juga berarti semakin terbuka ruang untuk menemukan minat dan bakat. Tidak semua anak harus menjadi pemain sepak bola atau bulu tangkis. Cabang olahraga yang relatif belum banyak dikenal pun dapat menjadi jalan untuk belajar disiplin, konsentrasi, sportivitas, dan kerja sama.
Dari Lapangan Desa Dero, pesan yang dibawa cukup sederhana. Olahraga dapat tumbuh di mana saja, termasuk dari lapangan desa. Ketika fasilitas, komunitas, pemerintah, dan masyarakat dapat berjalan bersama, sebuah pertandingan tidak hanya menghasilkan pemenang, tetapi juga menghadirkan pengalaman dan semangat baru bagi masyarakat.
