
Inovasi pemerintahan tidak selalu harus dimulai dari teknologi yang mahal atau perubahan sistem yang besar. Gagasan sederhana yang berangkat dari persoalan nyata, disusun dengan kajian, dan menawarkan solusi yang dapat diterapkan juga dapat menjadi pintu masuk perbaikan tata kelola pemerintahan.
Semangat tersebut sejalan dengan Kompetisi Policy Innovation (POIN) Tahun 2026 yang diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Timur. Sekretaris Kecamatan Bringin, Wurianto Saksomo, mengikuti kegiatan Pembukaan Resmi Kompetisi POIN Tahun 2026 pada Rabu 28 Oktober 2026, sebagai bagian dari upaya mendorong lahirnya gagasan kebijakan yang inovatif dan berdampak bagi masyarakat.
Kompetisi POIN merupakan ajang bagi aparatur sipil negara (ASN) untuk menyusun rekomendasi kebijakan dalam bentuk policy brief atau ringkasan kebijakan. Melalui kompetisi ini, peserta ditantang mengidentifikasi persoalan pembangunan, menganalisis akar masalah, dan merumuskan rekomendasi yang strategis sekaligus dapat dilaksanakan.
Tahun ini, kompetisi mengusung tema “Inovasi Kebijakan dalam Mewujudkan Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara melalui Penguatan SDM, Konektivitas Ekonomi, Hilirisasi Potensi Daerah, dan Transformasi Digital.” Tema tersebut membuka ruang bagi peserta untuk menyampaikan gagasan yang mendukung pembangunan Jawa Timur melalui berbagai pendekatan sesuai kebutuhan dan potensi daerah.
Kompetisi ini menyediakan dua kategori peserta, yakni ASN Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan ASN pemerintah kabupaten/kota di Jawa Timur. Peserta dapat mengikuti kompetisi secara perseorangan maupun berkelompok dengan maksimal tiga orang. Seleksi dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu seleksi administrasi dan substansi pada 1–18 September 2026, kemudian paparan dan wawancara finalis pada 28–29 Oktober 2026.
Kabupaten Ngawi berhasil menempatkan dua peserta dalam kompetisi tersebut. Dari Puskesmas Kwadungan, Agustina Prima Popilaya, S.K.M., dan Estika Yunindarwati, S.Farm., Apt., mengusung policy brief berjudul Akselerasi Policy Brief Mitigasi Risiko Program MBG Tingkat Puskesmas sebagai Langkah Strategis Kewaspadaan Dini dan Respons Cepat KLB.”
Sementara itu, Wurianto Saksomo dari Kecamatan Bringin mengangkat gagasan berjudul “Strategi Diseminasi Regulasi Berbasis Buku Elektronik Interaktif untuk Mengeliminasi Hambatan Literasi Hukum dan Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan Inklusif di Kabupaten Ngawi.” Gagasan ini berangkat dari pentingnya penyampaian regulasi dengan cara yang lebih mudah dipahami dan diakses, sehingga informasi hukum tidak hanya tersedia, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh aparatur maupun masyarakat.
Kehadiran peserta dari Kabupaten Ngawi menunjukkan adanya ruang bagi ASN daerah untuk berkontribusi melalui gagasan berbasis kajian. Kompetisi seperti POIN juga menjadi kesempatan untuk menghubungkan pengalaman kerja sehari-hari dengan proses perumusan kebijakan yang lebih sistematis.
