
Balai Desa Dero menjadi tempat berkumpulnya jamaah Muslimat NU Anak Cabang Bringin dalam pengajian rutin Ahad, Minggu 18 Oktober 2026. Dalam suasana kebersamaan, kegiatan ini diisi tausiyah keagamaan dan santunan anak yatim sebagai bagian dari peringatan Hari Santri. Pengajian tersebut menjadi momentum untuk meneguhkan nilai keagamaan sekaligus kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Kecamatan Bringin diwakili oleh Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial, Rina Ruli Indri Asari, A.Md., yang hadir memenuhi undangan kegiatan.
Tausiyah disampaikan oleh Nyai Hj. Lailatul Mubarokah, L.C., Pengasuh Pondok Pesantren Tarbiatul Ulum Sumur Songo, Magetan. Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya berbakti kepada orang tua. Doa dan restu mereka merupakan bagian berharga dalam ikhtiar mencari rezeki dan menjalani kehidupan. Karena itu, anak perlu memuliakan orang tua melalui tutur kata yang santun, perhatian, dan kepedulian, terutama ketika mereka memasuki usia lanjut.
Pesan tersebut sejalan dengan nilai yang dirawat dalam tradisi pesantren. Ilmu agama hendaknya tercermin dalam akhlak dan tindakan nyata. Menghormati orang tua, menyayangi sesama, dan membantu mereka yang membutuhkan merupakan wujud keberagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai kepedulian itu juga diwujudkan melalui pemberian santunan kepada anak yatim. Lebih dari bantuan materi, santunan menjadi ungkapan kasih sayang dan pengingat bahwa anak-anak yang kehilangan orang tua membutuhkan dukungan serta perhatian dari lingkungan sekitarnya.
Melalui kegiatan ini, Muslimat NU Anak Cabang Bringin turut menjadikan pengajian sebagai ruang mempererat silaturahmi, menambah pemahaman agama, dan menumbuhkan kepedulian sosial. Harapannya, pesan yang disampaikan tidak berhenti sebagai nasihat, tetapi hadir dalam perilaku sehari-hari.
Sebab, ukuran keberagamaan bukan hanya apa yang diucapkan, melainkan juga bagaimana seseorang memuliakan orang tuanya dan memperlakukan sesama dengan kasih sayang.
