
Sepak bola tidak selalu tentang mengejar kemenangan. Di balik skor dan persaingan di lapangan, olahraga juga dapat menjadi cara sederhana untuk mempertemukan banyak orang, membangun keakraban, sekaligus menjaga kebugaran. Semangat itulah yang terasa dalam rangkaian Turnamen Sepak Bola Tiga Pilar Cup Piala Persinga 2026 yang mencapai puncaknya pada Sabtu, 3 Oktober 2026 di Alun-alun Merdeka Ngawi.
Kecamatan Bringin turut hadir dalam acara puncak yang dirangkai dengan final Tiga Pilar Cup 2026 dan Launching Tim Persinga Ngawi untuk Liga 3 Musim 2026/2027. Panitia mengundang seluruh peserta turnamen untuk menghadiri agenda tersebut pada Sabtu malam di Alun-alun Merdeka Ngawi.
Turnamen Tiga Pilar Cup mempertemukan 24 tim yang berasal dari berbagai unsur, yakni 19 kecamatan, perangkat daerah, DPRD, wartawan, tenaga dokter/perawat, serta gabungan Polres, Kodim, dan Kejaksaan Negeri. Peserta kemudian dibagi dalam enam grup untuk menjalani pertandingan sejak babak penyisihan.
Istilah tiga pilar dalam turnamen ini merujuk pada unsur birokrasi, TNI, dan Polri. Di tingkat kecamatan, unsur tersebut hadir melalui pemerintah kecamatan beserta kepala desa dan perangkat desa, Koramil, serta Polsek. Format ini membuat pertandingan tidak sekadar menjadi kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi antarunsur pemerintahan dan masyarakat.
Kecamatan Bringin menunjukkan performa positif sejak babak penyisihan. Mengawali pertandingan dengan hasil imbang 1-1 melawan Kecamatan Pitu, Bringin kemudian meraih kemenangan atas Kecamatan Kwadungan 1-0 dan Kecamatan Kedunggalar 2-0. Hasil tersebut mengantarkan Bringin lolos dari fase grup.
Perjalanan berlanjut ke babak perempat final. Kecamatan Bringin berhasil menundukkan Kecamatan Sine dengan skor 1-0. Namun, langkah Bringin terhenti di semifinal setelah harus mengakui keunggulan Kecamatan Ngawi dengan skor 0-3.
Tidak berhenti di situ, Kecamatan Bringin kembali bangkit dalam pertandingan perebutan peringkat ketiga. Dengan permainan yang solid, Bringin mengalahkan Kecamatan Gerih 2-0 dan berhak menempati posisi ketiga turnamen. Sementara itu, Kecamatan Ngawi keluar sebagai juara pertama setelah mengalahkan Kecamatan Geneng 2-0 pada partai final.
Yang menarik, turnamen ini memperlihatkan bahwa lapangan sepak bola bukan hanya milik mereka yang sehari-hari bermain sebagai pesepakbola. Banyak peserta merupakan pegawai dan aparat yang usianya sudah tidak muda lagi, sebagian besar berada pada rentang 40 hingga 50 tahun. Tidak sedikit pula yang bukan pemain sepak bola.

Justru di situlah nilai penting Tiga Pilar Cup. Pertandingan menjadi kesempatan untuk berolahraga, mencari hiburan, memperluas pertemanan, dan menyambung persaudaraan. Menang tentu menyenangkan, tetapi kebersamaan yang terbangun setelah peluit panjang berbunyi jauh lebih panjang umurnya daripada sebuah skor di papan pertandingan.
Bagi Kecamatan Bringin, keikutsertaan dalam turnamen ini menjadi pengalaman yang bukan hanya menghasilkan peringkat ketiga, tetapi juga mempererat kebersamaan antara unsur kecamatan, desa, TNI, dan Polri. Semangat tersebut sejalan dengan tujuan olahraga sebagai sarana menjaga kesehatan sekaligus membangun hubungan yang lebih dekat antarlembaga.
